photo anigif_zpsjxkgri7k.gif
Headlines News :
Home » » Meneropong Keadaan Fatimah Yang Tinggal di Dalam Gubuk

Meneropong Keadaan Fatimah Yang Tinggal di Dalam Gubuk

Written By Unknown on Senin, 09 Februari 2015 | 22.03



Keadaan Fatimah yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.
Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang tahu akan masa depan, karena sesungguhnya takdir itu berada di tangan yang maha kuasa. Dan kini Fatimah yang berusia 55 tahun, nenek asal Desa Terusan Kecamatn Maro Sebo Ilir sudah satu tahun tinggal sendirian digubuk reyot. Sejak suaminya meninggal, fatimah harus bekerja keras untuk mencari kebutuhan sehari-harinya, dengan bekerja serabutan sebagai petani disawah milik warga sekitar. Berikut catatan Koran Batanghari.

MARO SEBO ILIR – PIRDANA

Fatimaha nenek yang sudah berusia 55 tahun ini, harus menderita dan bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari, apapun akan ia lakukan demi mencari sesuap nasi, terlebih semenjak di tinggalkan oleh suaminya.padahal sudah seharusnya Fatimah menikmati masa tuanya.
Ironisnya, meski tinggal di gubuk reyot dengan atap yang nyaris ambruk, dia juga luput dari bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) yang dikucurkan pemerintah.
Rumah yang ditempati Fatimah saat ini adalah hasil kerja kerasnya selama beberapa tahun, Fatimah mengumpulkan uang selama bertahun-tahun demi untuk membeli tanah dengan harga Rp.2 juta dan hanya bisa membuat rumah dengan dinding papan.
Sebelum tinggal dirumahnya saat ini, dia tinggal satu atap bersama dengan anak dan menantunya. Karena merasa menyusahkan anaknya, ia memilih tinggal dirumah gubuk miliknya sendiri.
Fatimah saat dikonfirmasi Koran Batanghari mengatakan saat ini dirinya harus bekerja serabutan. Demi mencukupi kebutuhan sehari – hari.dan dirinya memiliki tiga orang anak, dan mencari makan dengan bekerja serabutan, saat ini ketiga anaknya sudah berumah tangga. “ anak nyai udah bekeluargo semua, ado yang ditenam, disingkawang dan satunyo diterusan. Dulu nyai tinggal dengan anak nyai diterusan ko lah, tapi nyai meraso dak enak bae tinggal dengan anak, takut nyusahin anak dan menantu nyai.”ucapnya
Fatimah, mengaku, sampai saat ini belum mendapat bantuan dari pemerintah berupa rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Dirinya pun tidak tahu, bagaimana caranya bisa mendapat bantuan tersebut.” Saya belum dapat bantuan seperti yang di bicarakan masyarakat tentang bedah rumah, namun jika saya tidak dapat, tidak apo – apolah, yang penting sayo biso makan.” Keluhnya.
Meski pernah dengar memang ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah. Tetapi sampai saat ini dirinya belum juga mendapatkan bantuan dari pemerintah. fatimah hanya mengaku pasrah dan bersabar, dan terus bertahan hidup di gubuk reyot
Dan pemerintah Batanghari di minta untuk mendata mana warga yang benar – benar membutuhkan bantuan.*****

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN PAGI KORAN BATANGHARI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger