![]() |
| Kondisi Rumah Dinas SD N 124/1 Desa Batin. |
BAJUBANG - Kondisi rumah dinas guru di Sekolah Dasar
Negeri 124/I Desa batin, Kecamatan bajubang, memprihatinkan. Selain dindingnya
yang banyak retak dan sudah rusak parah, seng yang memayungi rumah tersebut
juga banyak yang bocor dan karatan. Bahkan atapnya banyak yang bocor, Meski
kondisinya seperti itu, rumah dinas (rumdis) tersebut masih ditempati. Padahal
sekolah tersebut berdiri dari tahun 1981.
Informasi
yang berhasil di himpun ada 10 rumah dinas yang ada di sekolah tersebut, dan ada
8 rumah dinas yang tidak layak huni dan mengenaskan.
Salah
seorang guru Rika wati.Spd saat di konfirmasi koranbatanghari mengatakan sampai saat ini rumah
dinas tersebut belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Dari
10 rumdis di SDN124/I ada 8 unit rumah dinas tersebut kondisinya sangat
menyedihkan dan memprihatinkan.
Dikatakan Rika
wati pemerintah seharusnya peduli dengan kondisi rumah dinas yang ada di dunia
pendidikan.” Ya, harus bagaimana lagi. Mengontrak rumah, kami tidak punya biaya
untuk itu, dan lebih kurang sudah 2 tahun saya menempati rumdis ini sampai
sekarang masih tidak ada tanggapan dari pemerintah,dan ada 10 rumdis di sini
dan baru 2 rumah dinas di SDN124/I ini yang layak di huni itupun baru di
bangun,dari 10 rumah dinas di SDN124/I 2 yang di tepati guru dan penjaga
sekolah dan lainya di huni para warga sekitar .” ujarnya.
Di sampaikan
Rika wati. sebenarnya sudah menyadari bahwa rumah dinas yang ditempatinya itu
sudah tidak layak huni lagi. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak. Karena
rumah dinas tersebut yang disediakan pemerintah untuk mereka agar bisa tetap
mengajar di Desa batin.” Jika hujan turun rumdis SDN124/I seperti berteduh di
bawah rumpun bambu, dan inilah yang selalu di alami oleh guru yang tinggal di
rumah dinas,”katanya.
Kami
berharap kepada pemerintah kususnya dinas P dan K agar segera menindak lanjuti
persoalan Rumah dinas kami tersebut agar kami nyaman.” Kami tidak minta banyak,
hanya saja perbaiki rumah dinas para guru, sebab hanya itu rumah yang di huni
olegh para guru.” Harapnya.(per)
Oke Red..
RKB SMA 8
Rapuh Dimakan Usia
PEMAYUNG
– Ruang kelas
belajar (RKB) di SMA Negeri 8 yang bertempat di kelurahan Jembatan Mas,
kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, hingga saat ini tak kunjung
diperhatikan.
Dua ruang
kelas belajar (RKB) yang ditempati siswa untuk proses belajar mengajar di SMAN
8 Batanghari saat ini mengalami kerusakan parah. Pasalnya, ruang kelas tersebut
adalah peninggalan RKB lama yang berdiri berkisar sejak tahun 1980.
Kondisi
kelas yang nyaris ambruk ini tak menutup kemungkinan mengancam siswa, karena
siswa harus berhati-hati untuk melakukan proses belajar mengajar di ruangan
tersebut.
Terlihat
seperti plafon dan atap yang bocor dan rusak, membuat kondisi belajar tak
berjalan maksimal. " Kerap terjadi genangan air saat hujan, sehingga siswa
harus menyapu air dulu,setelah itu baru melanjutkan proses belajar
mengajar," ujar Helmi, guru SMAN 8.
Pantauan Koran
batanghari dilapangan terlihat dari sisi bagian luar kelas terlihat atap
yang sudah nyaris ambruk dan sudah tumbuh tanaman.
Kepala
Sekolah SMAN 8 Amir Husin, S.Pd saat di konfirmasi, mengatakan kondisi dua
ruang kelas di SMAN 8 sangat memprihatinkan. " Kita sudah berusaha
memperbaikinya beberapa kali, namun untuk memperbaiki lebih jauh. Kita sulit
untuk menjangkau tempat yang ingin diperbaiki tersebut, karena kondisi bangunan
sudah rapuh," katanya.
Dikatakan
Amir Husin,Spd, bahwa sudah beberapa kali telah melakukan usulan kepada
instansi terkait. Dirinya berharap perhatian terhadap ruang kelas belajar ini
dapat terealisasi.
Selain itu
juga, dikatakannya, untuk mengikuti sekolah sehat SMAN 8 terkendala bangunan
yang tidak masuk syarat penilaian UKS. " Penilaian UKS tersebut, itu bukan
hanya kebersihan yang di nilai, namun RKB juga termasuk syarat penilaian. Untuk
itu kita berharap agar RKB SMAN 8 dapat terealisasi, sehingga siswa dapat
belajar dengan nyaman dan bisa mengikuti penilaian sekolah sehat kedepannya,"
tutupnya. (per)

Posting Komentar