photo anigif_zpsjxkgri7k.gif
Headlines News :

Subscribe me

Daftar Yahoo Buat Akun Email Gratis Indonesia

KORAN BATANGHARI

Koran Batanghari selalu menyapa pagi anda dengan berita - berita tentang seputar Batanghari.
Koran Batanghari sangat beda dengan Koran-koran pada umumnya, Koran Batanghari memiliki warna tersendiri dalam penyajian berita.

Dewan Penasehat: Khaerul Khisam, SH.MH - General Manager/Pimpinan Redaksi: Joni Firdaus - Wakil Pimpinan Redaksi: Asbihani,SE - Redaktur Pelaksana: Reza Pahlevi - Wartawan Liputan: - (muara bulian), Ferry Gustari (pemayung-bajubang), Maman Supriadi, SH (tembesi-bathin XXIV), Pirdana (msi-mersam-msu) - Editing: Bihan, Reza - Pemasaran: Erwin,Zainul,Hamdan- Bendara: -

Alamat redaksi: Jln. jend. sudirman km 3 Muara Bulian kode pos: 36613 Hp: 085366050425 - 085381821887

salam redaksi

Apakah anda menyukai blog ini ?

Rumah Potong Hewan Tidak Berfungsi


Rumah Potong Hewan Yang di Bangun Provinsi dan Hingga kini belum di fungsika.

MUARABULIAN – Rumah Potong Hewan (RPH) yang di bangun melalaui dana Provinsi Jambi pada tahun 2013 silam belum juga berfungsi. Padahal RPH tersebut sempat di gadang – gadangkan menjadi salah satu contoh, dan tempat para peternak sapi dan kerbau di Batanghari untuk memotong ternaknya.
Menanggapi hal tersebut Amir Hasbi kepala dinas peternakan dan perikanan kabupaten Batanghari saat di konfirmasi mengatakan bahwa belum berfungsinya rumah potong hewan tersebut di sebabkan tidak ada sarana penunjang.” Bagaimana mau di fungsikan, sarana penunjang seperti pagar untuk ternak lewat, serta alat untuk pemotongan belum juga ada.” Katanya.
Dikatakan lagi, bahwa dirinya sudah mengatakan hal tersebut kepada dinas peternakan provinsi Jambi, namun hingga kini belum ada titik temu.” Saya sudah ke provinsi untuk membicarakan hal tersebut, kata Provinsi, untuk sarana penunjang pihak kabupaten yang harus membangun itu.” Tiru Amir Hasbi
Namun untuk tahun ini pihak dinas peternakan dan perikanan Batanghari masih belum bisa memfungsikan rumah potong hewan tersebut dikarenakan belum ada anggaran.” Untuk saat ini belum bisa difungsikan, dan berkemungkinan tahun depan baru bisa di fungsikan.” Ucapnya.
Jika nanti sudah di fungsikan maka dinas peternakan dan perikanan Batanghari akan memiliki target PAD sebesar RP 25 juta pertahun.” Rumah potong hewan ini juga bisa memiliki PAD, dan besarannya sekitar Rp 20 juta,untuk strateginya pihak perusahaan akan di surati agar bisa memotong hewan di rumah potong hewan.” Imbuhnya.
Sementara itu untuk kualitas daging sapi atau kerbau, pihak dinas peternakan dan perikanan akan menyiapkan dokter hewan, tidak itu saja sambung Amir Hasbi bahwa lembaga Majelis Ulama Indonesia atau MUI Batanghari juga akan dilibatkan agar daging tersebut bisa menjadi halal.” Ke depan, selain sarana dan prasarana, untuk kualitas daging dan kehalalan daging juga akan di lakukan.” Tutupnya.(tim)







Miris, Melihat RKB Di Desa Peninjauan



MAROSEBO ULU – Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan secara maksimal, maka diperlukan proses pembelajaran yang kondusif dengan melibatkan semua komponen pembelajaran secara optimal. Salah satu komponen penting yang menjadikan proses pembelajaran menjadi lancar dan kondusif adalah ruang kelas.

Namun, hal itu belum di rasakan bagi Siswa dan Siswi di Sekolah Dasar Negeri 23/1 Desa Peninjauan Kecamatan Marosebo Ulu. Ternyata sekolah ini masih ada fasilitas bangunan ruang kegiatan belajar bagi siswa yang menggunakan dinding papan.

Pantauan Koran Batanghari dilapangan,  selain infrastruktur bangunannya yang sudah rusak, ruang kelas yang berdinding papan ini juga di gunakan siswa dan siswi berkisar 45 orang. Dan hal tersebut tentu sangat tidak nyaman bagi siswa dan siswi yang belajar di ruag kelas yang berdinding papan disekolah itu.

Salah seorang guru Kelas SD N 23/1 Desa Peninjauan Samsul Hidayat Saat dikonfirmasi Koran Batangharimengakui, bahwa kondisi infrastruktur bangunan yang ada di sekolahnya sudah sangat memprihatinkan dan sebagian atapnya sudah banyak yang rusak berat. Samsul juga menambahkan bahwa pihak sekolah sudah lama mengusulkan untuk membangun fasilitas Ruang kelas Baru (RKB). “kami sudah lama mengusulkan hal ini, namun sampai saat ini belum ada realisasi ataupun tanggapan dari dinas terkait.” Ungkapnya

Lanjutnya,selama lebih kurang empat tahun dirinya mengajar di sekolah tersebut, Kondisi bangunan SD N 23/1 ini sudah mengalami kerusakan pada bagian dindingnya, Dan atapnya juga mengalami kerusakan.

Permohonan yang sudah lama di ajukan Pihak Sekolah untuk rehab Ruang kegiatan belajar bagi siswa-siswi di SD N 23/1 Desa Peninjauan ke Dinas terkait. sejak masa pimpinan Kepala dinas PdK Batanghari Hadra Minnida.

Kondisi sebagian fasilitas bangunan ruang kelas bagi siswa ini sangat memprihatinkan. Bahkan atapnya juga sudah banyak rusak dan rapuh dimakan rayap. “ kelas yang di gunakan siswa dalam satu kelas sebanyak 45 orang ini, kayu penyangganya sudah banyak yang lapuk termakan bubuk atau rayap. Bahkan, dinding papannya sudak banyak yang jebol.” Ucapnya

Karena tidak ada ruang kelas yang lain, murid SD 23/1 Desa Peninjauan yang di pimpin oleh A.Kadir ini terpaksa menggunakan kelas yang berdinding Papan tersebut untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal itu dilakukan pihak sekolah karena belum adanya bantuan dari Dianas PdK Kabupaten Batanghari.

Pihak Sekolah berharap kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Batanghari. Untuk segera memperhatikan Sekolah Dasar ini dengan memeberikan bantuan untuk membangun Ruang Kelas baru (RKB) bagi siswa dan siswi untuk kegiatan belajar mengajar. Sebab, sekolah ini menurutnya sudah bertahun-tahun tidak di perhatikan oleh dinas terkait. (Pir)





Batu Cincin Asli Batanghari Bermotif Pemandangan Alam



 MUARA BULIAN - Masyakat di sekitar wilayah Sungai Batanghari tepatnya di Desa Bajubang Laut Kecamatan Muara Bulian semula hanya memanfaatkan sungai tersebut untuk mencari ikan, menambang pasir, dan mengambil batu krikil saja. Namun, sejak beberapa tahun terakhir ini muncul fenomena baru di sepanjang sungai Batanghari berupa perburuan batu semi mulia.

Hal ini terjadi setelah ditemukannya jenis batuan yang dikenal oleh masyarakat Desa Bajubang Laut dengan berbagai macam nama yakni, Batu Mata Kucing, Jangat atau Jangek, Panca Warna, Kecubung Es, Limau Manis dan banyak lagi jenis lainnya.

Kali ini salah seorang warga Desa Bajubang Laut menemukan Batu yang memiliki keindahan yang bermotif, batu ini biasa disebut oleh warga dengan sebutan batu jangat atau Jangek. Dan batu jangat yang ditemukan berasal dari sungai Batanghari ini bermotif dengan pemandangan alam, hal ini merupakan salah satu penemuan batu semi mulia yang memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.

Penelusuran Koran Batanghari dilapangan, Batu jangat yang dimiliki oleh Ilta Delastri Salah seorang warga Desa Bajubang Laut Rt. 05 ini. Bahwa, batu jangat yang bermotif pemandangan alam ini memiliki keunikan tersendiri bagi dirinya. Sebab, dari sekian banyak batu yang dimilikinya, hanya batu tersebut yang memiliki keindahan dengan bergambar motif pemandangan.

Ilta Delastri pemilik batu cincin Jangat yang bermotif pemandangan alam saat di konfirmasi Koran Batanghari mengatakan, dari sekian banyak koleksi batu cincin dan liontin yang dihasilkannya dari bongkahan-bongkahan batu semi mulia yang ada di Sungai Batanghari. Tetapi yang menjadi keunikan bagi dirinya yakni batu jangat yang bermotif Pemandangan Alam tersebut. “ saya sudah banyak memiliki koleksi batu cincin, baik itu yang bermotif maupun polos, mungkin semuanya mencapai 150. Tapi, hanya batu jangat yang ini lah yang memiliki motif pemandangan.” Ungkapnya

Lanjutnya, semulanya batu semi mulia yang di dapatinya tersebut sebelum di asah belum terlihat kalau batu itu memiliki keindahan pemandangan alam. Namun, setelah ia asah dan sudah menjadi batu cincin, baru terlihat motifnya. “sebelum jadi batu cincin, batu ini belum terlihat jika adanya motif pemandangan. Ternyata setelah saya asah sendiri menggunakan mesin yang saya miliki, baru terlihat motif yang bergambar pemandangan alam dari batu ini.” Jelasnya

Batu jangat yang bermotif  tersebut juga sudah banyak ditawarkan oleh warga sekitar dengan harga yang berpariasi. Namun, sampai saat ini ilta belum tergiur dengan tawaran yang di tawarkan oleh Pemburu Batu Semi Mulia itu. Apa lagi harga yang di tawarkan menurutnya belum sebanding dengan keindahan yang dimiliki batu tersebut.

Menurutya, batu jangat yang dimilikinya ini merupakan salah satu batu cincin yang memiliki nilai jual tersendiri. Dan tidak akan dilepaskannya kepada pecinta batu yang ingin memiliki batu tersebut dengan harga batu cincin lain yang sebelumnya sudah pernah dijualnya. (Pir)

Kades Rambutan Masam Diduga Serobot Tanah



TEMBESI – Kepala desa Rambutan Masam, Drs Siaan Ali di duga serobot lahan warga yang bernama Sayuti, dan hingga kini kasus sengketa tanah tersebut belum juga menemukan titik terang. Padahal kasus tersebut  sudah diproses melalui persidangan, baik di tingkat desa maupun ditingkat Pengadilan Negeri Muara Bulian.

Menurut Sayuti, Siaan Ali diduga telah mengambil sebagian hak milik tanah ibunya. " Kalau berdasar surat tanah yang ada sama saya dia (red-Siaan Ali) ada mengambil tanah ibu saya. Dan saya hanya menunutut hak itu," ungkap Sayuti kepada harian ini.

Berbeda apa yang dikatakan oleh Siaan Ali, karena objek yang digugat oleh Sayuti itu adalah salah. " Dia mengugat salah, tanah ibunya dibagian hulu," ujar Siaan Ali.

Merasa dirinya dizolimi pada ahirnya Sayuti mengadukan hal ini ke pihak Polda Jambi. Sehingga, rombongan Polda Jambi memdatangi lokasi tanah yang menjadi sangketa itu dengan mengendarai dua unit mobil Inova Nopol  F 1784 SM dan  BH 1461 HM ke Rambutan Masam, Kecamata Muara Tembesi.

Setelah anggota dari Polda Jambi mengukur lahan seluas 6 hektar itu, kemudian anggota Polda Jambi, Agus minta masalah ini harus di musyawarahkan kembali di dalam desa. " Harus di musyarahkan kembali dalam desa, panggil tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda serta masyarakat. Karena kedatangan kita hanya mengukur sesuai proses dalam sertifikat," kata Agus.

Agus juga saat musyarah dalam tingkat desa Kades harus hadir, karena apabila tidak hadir, nanti akan membangunkan opini masyarakat. " Kades harus hadir. Jangan tidak hadir nanti masyarakat akan curiga kalau Kades tidak hadir," pintanya.

Sementara Sayuti akan tetap memperjuangkan hak milik ibunya sampaikan kapanpun. " Saya tidak putus asa , dan terus berjuang sampai menemukan titik terang. Karena sebelumnya juga kita mengadakan musyawarah di desa, tapi pak Kades sendiri tidak ada datang. Dan upaya kekeluaragaan sudah kita lalui," kata Sayuti.

Kepada wartawan ini Siaan juga mengakui saat musyawarah di dalam desa dirinya mengakui ketidak hadir dirinya. Karena saat itu ada berepa tugas desa yang harus diselaikan. " Kalau sidang desa saya tidak hadir, karena ada dinas desa," akunya.

Menanggapi hal tersebut diatas, masyarakat setempat minta segera diseleaikan. Apalagi ini masalah Kades dengan masyarakatnya sendiri. " Kita sebagai warga berharap masalah ini cepat tuntas. Dan kita juga minta kepada Siaan Ali selaku pimpinan dalam Desa Rambutan Masam dalam menyelesaikan masalah harus bijaksana serta arif. Mana mungkin seorang Kades bisa menyelesaikan masalah masyarakat lain, sedangkan masalah dia sendiri tidak bisa," sebut beberapa warga setempat.(tim)


Dua Truk Batu Bara Jadi Biang Kemacetan


Dua Truk Batu Bara Jadi Biang Kemacetan

MUARA TEMBESI – Truk batu bara yang tetap melintas di siang hari kembali membuat ulah dan mengganggu pengendara lain. Betapa tidak, truk batu bara mengakibatkan kemacetan panjang kembali terjadi di jalan lintas (Jalin). Kali ini terjadi di jalan lintas Sarolangun - Muara Tembesi. Bahkan dua truk bermuatan batu bara menjadi biang kemacetan tersebut.
Kemacetan dijalan lintas Sarolangun – Muara Tembesi  terjadi pada hari Senin (13/4). Biang kemacetan tersebut adalah truk batu bara dengan nomor polisi BK 8322 CP. Truk tersebut mengalami kerusakan tepat ditengah-tengah jalan. “Truk ini mengalami patah as ban belakang, mungkin karena membawa beban yang berat dan kondisi jalan yang menanjak.” Ucap supir truk tersebut. Sementara truk yang satunya berada di bahu jalan. Truk dengan nomor polisi D 9124 BA ini nyaris terguling kebahu jalan. “kondisi jalan yang menanjak dan tepat di tikungan membuat truk ini oleng dan hampir terbalik.” Ungkap kernet truk. Kedua truk tersebut sama-sama dari arah Sarolangun. Kebetulan kedua truk batu bara tersebut berada saling berdekatan lokasinya. Keadaan inilah yang menyebabkan kemacetan tidak dapat terhindarkan.
Kedua truk batu bara yang megalami kerusakan dan nyaris terguling tersebut terjadi di jalan lintas Sarolangun – Tembesi, tepatnya di RT 08 Desa Ampelu Mudo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari. Tepat berada didekat rumah makan Fika & Ucok Tato. Jika dari arah Sarolangun maka kondisi jalan sedikit menanjak, sebaliknya jika dari arah Tembesi kondisinya sedikit turunan.
Saat Koran Batanghari berada dilokasi kemacetan, terlihat supir dan kernet truk batu bara yang nyaris terguling tersebut sedang berusaha membongkar muatannya guna meringankan bebannya. Sementara supir truk batu bara yang mengalami kerusakan sedang berusaha memperbaiki kerusakan kendaraannya. Karena jika tidak segera diperbaiki akan menyebabkan kemacetan yang berlangsung lama, sebab truk batu bara tersebut mengalami kerusakan tepat ditengah jalan.
Adi, salah seorang pemuda setempat yang tengah berada dilokasi kemacetan menuturkan bahwa kemacetan ini sudah berlangsung cukup lama. “Truk yang mengalami kerusakan tersebut terjadi sekitar pukul setengah sepuluh tadi. Tapi kemacetan panjang mulai sekitar pukul sepuluh lah. Kalau truk yang nyaris terguling itu, saya kurang jelas terjadinya kapan. Karena sewaktu saya kesini, kondisinya sudah seperti ini.” Tutur Adi.
Sebenarnya biang utama kemacetan adalah truk batu bara yang mengalami kerusakan ditengah-tengah jalan tersebut. Truk tersebut menyulitkan mobil lain yang berbadan besar untuk melintas, bahkan tidak bisa melintas sama sekali bagi mobil jenis Fuso dan tronton. Sementara untuk  jenis mobil berbadan kecil dapat melintas, namun harus ekstra hati-hati karena jalurnya sempit.
Salah seorang pengendara kendaraan roda empat yang sedang terjebak kemacetan bernama Anton (35) mengeluhkan kondisi yang disebabkan oleh truk batu bara tersebut. “Saya sudah hampir satu jam terjebak disini. Mau melintas susah, terpaksa harus mengantri agar bisa lewat. Itu pun harus pelan-pelan, takutnya saling bersenggolan. Soalnya truk yang rusak tepat berada di tengah-tengah jalan.” Ujar Anton.
Kemacetan sempat mengekor hingga sekitar tiga kilometer dan nyaris berlangsung sekitar dua jam. Kemacetan memanjang di sepanjang jalan desa Ampelu Mudo hingga desa Jebak. Kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan melintas karena kondisi jalan lintas yang sempit dan padatnya kendaraan yang hendak melintas.
Guna menghindari kemacetan yang lebih panjang dan berlangsung lama. Pihak kepolisian dari Polsek Muara Tembesi dan di bantu warga sekitar bahu membahu mengatur lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup jalur terhadap kendaraan yang hendak melintas. Selang beberapa lama, pada akhirnya kemacetan mampu ditertibkan. “Beruntung kemacetan mampu kami tertibkan. Ini berkat kerjasama dan kesabaran dari semua pihak.” Ujar salah seorang pemuda. (Mms) 
 

Berita Luar Negeri

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN PAGI KORAN BATANGHARI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger