photo anigif_zpsjxkgri7k.gif
Headlines News :

Subscribe me

Daftar Yahoo Buat Akun Email Gratis Indonesia

KORAN BATANGHARI

Koran Batanghari selalu menyapa pagi anda dengan berita - berita tentang seputar Batanghari.
Koran Batanghari sangat beda dengan Koran-koran pada umumnya, Koran Batanghari memiliki warna tersendiri dalam penyajian berita.

Dewan Penasehat: Khaerul Khisam, SH.MH - General Manager/Pimpinan Redaksi: Joni Firdaus - Wakil Pimpinan Redaksi: Asbihani,SE - Redaktur Pelaksana: Reza Pahlevi - Wartawan Liputan: - (muara bulian), Ferry Gustari (pemayung-bajubang), Maman Supriadi, SH (tembesi-bathin XXIV), Pirdana (msi-mersam-msu) - Editing: Bihan, Reza - Pemasaran: Erwin,Zainul,Hamdan- Bendara: -

Alamat redaksi: Jln. jend. sudirman km 3 Muara Bulian kode pos: 36613 Hp: 085366050425 - 085381821887

salam redaksi

Apakah anda menyukai blog ini ?

Tampilkan postingan dengan label Bathin XXIV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bathin XXIV. Tampilkan semua postingan

Pengendara Keluhkan Jalin Bathin XXIV – Muara Tembesi



BATHIN XXIV – Jalan yang berlubang sepertinya sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi masyarakat. Betapa tidak, hampir di setiap jalan manapun selalu saja ada jalan yang berlubang maupun aspal yang mengelupas. Tidak terkecuali jalan lintas (Jalin) Bathin XXIV – Muara Tembesi.
Di sepanjang jalin Bathin XXIV – Muara Tembesi banyak di jumpai jalan yang berlubang dengan ukuran diameter dan kedalaman yang bervariasi. Untuk itu pengendara roda empat maupun roda dua mesti berhati-hati dan waspada ketika melewati jalan lintas tersebut, karena bukan tidak mungkin pengendara kendaraan dapat terperosok kedalam lubang tersebut.
Pantauan Koran Batanghari di lapangan memang di sepanjang jalan lintas Bathin XXIV- Muara Tembesi banyak terdapat jalan aspal yang berlubang. Bahkan ada yang ukuran diameter lubang tersebut hingga mencapai sekitar  satu hingga dua meter. Ada pula lubang cukup besar yang letaknya ditengah jalan. Hal ini tentunya sangat berbahaya bagi pengendara. Walau bagaimanapun jalan ini merupakan jalan lintas, jadi setiap hari selalu dilewati oleh kendaraan roda empat yang bermuatan dan mengangkut beban yang bervariasi.
Kondisi jalan lintas yang berlubang ini dirasakan sangat mengganggu bagi pengendara yang sedang melintas. Karena selain mengganggu kenyamanan saat berkendara, kondisi ini juga dapat mengganggu arus lalu lintas. Hal ini seperti yang diutarakan oleh salah seorang supir truk batu bara bernama Sujarwo. Menurut Sujarwo sering sekali terjadi sedikit kemacetan akibat mengantri untuk saling menghindari lubang. “Karena membawa beban berat, jadi terkadang kami harus mengantri untuk menghindari lubang. Bila tidak dihindari maka bisa saja mobil yang kami bawa terbalik akibat masuk lubang. Sebab bila sedang membawa muatan batu bara, sedikit saja miring, bisa-bisa mobil akan terbalik. Di saat kondisi mengantri inilah yang sering terjadi sedikit kemacetan”. Jelas Sujarwo.
Salah seorang pengendara kendaraan roda dua yang sedang melintas bernama Ari (30) mengeluhkan kondisi jalan lintas yang banyak berlubang. Menurut Ari kondisi ini sangat mengganggu bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. “Banyak warga yang merasa terganggu dan mengeluhkan kondisi jalan yang berlubang, terutama para pengendara roda dua. Apalagi saat ini jalan sering diguyur hujan, akibatnya lubang-lubang tersebut digenagi air. Bila tidak hati-hati dan waspada maka bisa saja ban motor terjerembab kedalam lubang”. Papar Ari.
Hal senada juga dikatakan oleh salah seorang warga desa Simpang Karmeo bernama Sumardi. Menurut Sumardi  bahwa bila pengendara roda dua yang tidak paham akan kondisi jalan yang berlubang bisa saja terperosok kedalam lubang. “Sudah sering  pengendara motor yang ban motornya masuk kedalam lubang. Karena lubangnya besar maka mengakibatkan velg motornya bermasalah. Beruntung tidak sampai terjadi kecelakaan”. Ucap Sumardi. 
Sumardi sangat menyayangkan kondisi jalan yang berlubang tersebut belum juga mendapatkan perhatian dari pemerintah dan pihak terkait. Karena selain khawatir dapat memicu kecelakaan , kondisi ini juga dirasakan sangat menggangu para pengguna jalan. “Kedepannya kami berharap jalan yang berlubang ini segera diperbaiki karena sangat mengganggu para pengguna jalan bahkan bisa saja terjadi kecelakaan. Jika kondisi jalan dibiarkan terus begini, bukan tidak mungkin akan merenggut korban jiwa”. Pungkas Sumardi. (Mms)




Sinwan Hadiri Bakti Sosial PDGI Di Desa Matagual



 BATHIN XXIV – Selasa (31/3/2015), bertempat di SD Negeri 10/1 Desa Matagual Kecamatan Bathin XXIV. Bupati Batanghari Sinwan, SH menghadiri acara Bakti Sosial yang dilaksanakan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dalam rangka HUT PDGI yang ke-65.

Turut hadir dalam acara Bakti Sosial tersebut, Bupati Batanghari Sinwan, SH, Sekda Batanghari Drs.H. Ali Redo, seluruh SKPD dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Batanghari, Ketua PDGI yang berada di wilayah kabupaten Batanghari Drg. Warsono, MHA, Camat Bathin XXIV H. Verry Ardiansyah S.Sos, M.Si, Kepala Desa Matagual, Kepala Sekolah serta Siswa SD 10/1 Desa Matagual dan tamu undangan lainnya.

Bupati Batanghari Sinwan, SH Dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi yang sangat tinggi atas pengabdian terhadap masyarakat yang dilaksankan PDGI Cabang Batanghari. yang telah melaksanakan bakti sosial berupa pengobatan, penyuluhan dan sikat gigi masal serta pengobatan gigi gratis terhadap anak-anak sekolah di wilayah Kabupaten Batanghari.
 
Lanjutnya, kegiatan bakti social yang dilaksanakan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Batanghari ini, sangat mendukung sekali bagi Desa Matagual yang saat ini akan mempersiapkan sebagai Desa PHBS pada Tingkat Nasional. “ di harapkan kepada seluruh Anak-anak sekolah dan masyarakat Desa Matagual, lebih memahami arti pentingnya kesehatan individu khususnya Kesehatan Gigi dan mulut bagi anak usia Sekolah.” Ucap Sinwan

Pada kesempatan itu Bupati Batanghari Menghimbau kepada Anak-anak Sekolah dan Elemen Masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Batanghari, agar dapat memanfaatkan keberadaan Tenaga kesehatan seperti Dokter Gigi ini. Sebab, kesehatan merupakan peranan penting untuk menigkatkan Produktivitas pada diri seseorang.

Bupati Batanghari Sinwan, SH berharap kepada Dokter Gigi yang ada di kabupaten Batanghari, untuk terus melakukan penyuluhan dan pengobatan gigi terhadap masyarakat khususnya bagi anak-anak sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Batanghari. “ saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Batanghari berharap, agar PDGI bisa membuat Batanghari untuk terus tersenyum.” Tutupnya (Pir/Mms/Adv)







Musim Hujan Tiba, Jembatan Muara Jangga Tambah Rusak


Tampak jembatan Muara Jangga digenangi lumpur.
BATHIN XXIV – Sepertinya permasalahan jembatan yang rusak tidak pernah habisnya untuk dibahas. Bagaimana tidak, kondisi yang rusak kerap di jumpai hampir pada setiap jembatan yang ada. Kali ini jembatan yang rusak terjadi pada jembatan yang terletak di kelurahan Muara Jangga, Kecamatan Bathin XXIV, Kabupaten Batanghari.
Jembatan ini terletak di jalan lintas Sarolangun – Muara Tembesi tepatnya di RT 07 Kelurahan Muara Jangga, Kecamatan Bathin XXIV. Saat ini kondisi jembatan rusak dan memperihatinkan. Pantauan Koran Batanghari di lapangan terlihat kondisi aspal diatas jembatan sudah banyak yang mengelupas dan berlubang. Hal ini tambah diperparah lagi dengan cuaca saat ini yang memasuki musim penghujan. Diatas jembatan dipenuhi dengan genangan air, menyebabkan aspal yang berlubang bertambah besar. Kondisi ini menyulitkan pengendara yang sedang melintas, terutama kendaraan roda empat. Terkadang kendaraan roda empat harus antri saat melintas diatas jembatan ini, bahkan sering terjadi kemacetan.
Sebenarnya jembatan Muara Jangga ini memang kondisinya sudah rusak. Namun tidak kunjung adanya perbaikan yang mengakibatkan kondisi jembatan bertambah rusak. Ditambah lagi cuaca yang sering turun hujan dan setiap hari dilalui kendaraan bermuatan berat.
Warga setempat maupun pengendara yang melintasi jembatan ini mengeluhkan kondisi  jembatan saat ini. Salah seorang pengendara yang sedang melintas bernama Yanto mengatakan bahwa kondisi jembatan Muara Jangga ini sudah lama seperti ini. “Jembatan ini sudah lama mengalami kerusakan. Hal ini karena jembatan ini merupakan jembatan jalan lintas, jadi setiap hari dilalui kendaraan dengan berbagai berat dan muatan. Jika dalam keadaan cuaca panas jembatan ini sangat berdebu sehingga  sangat mengganggu bagi pengendara kendaraan roda dua. Kami merasa khawatir dengan keadaan jembatan saat ini, karena kondisi aspalnya yang banyak yang berlubang. Apalagi jika turun hujan, jembatan ini sudah seperti danau karena air menggenangi hampir seluruh aspal diatas jembatan. Jika tidak waspada bisa-bisa kendaraan kami terjerembab masuk lubang”. Terang Yanto.
Berdasarkan keterangan dari salah seorang warga setempat yang bernama Ratna bahwa jembatan ini rawan kecelakaan. “Warga di sini sudah sering juga memperbaiki secara swadaya karena merasa khawatir sudah sering terjadi kecelakaan. Kondisi aspal diatas jembatan banyak yang berlubang, jadi sering kendaraan saling mendahului di atas jembatan. Hal inilah yang sering memicu terjadinya kecelakaan. Jembatan ini juga berada antara tanjakan dan penurunan, jadi bagi pengendara yang belum mengerti kondisi jembatan yang rusak sering kali mengerem mendadak”. Kata Ratna.
Selanjutnya Ratna mengharapkan agar jembatan ini segera di perbaiki. “Kami sangat mengharapkan kepada pemerintah dan pihak terkait agar jembatan ini segera diperbaiki. Karena jembatan ini sudah dapat dikatakan rusak parah. Jika kondisi jembatan terus dibiarkan seperti ini maka akan bertambah parah. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan, tambah hancurlah jalan diatas jembatan ini. Jika kondisi masih begini, bukan tidak mungkin nantinya akan merenggut korban jiwa akibat kecelakaan”. Pungkas Ratna. (Mms)     







Ratna Tagih Janji Pemerintah


Ratna Tagih Janji Pemerintah

BATHIN XXIV – Ratna selaku penghibah tanah pasar Muara Jangga masih diliputi berbagai tanya. Betapa tidak, lapak pasar yang pemberitaannya begitu gencar beberapa waktu lalu. Hingga kini kelanjutan pembangunannya belum ada titik terang.
Seperti pemberitaan sebelumnya bahwa saat ini lapak pasar Muara Jangga memang masih membutuhkan kelanjutan pembangunan. Karena jika melihat kondisi saat ini, lapak pasar tersebut boleh dikatakan belum seratus persen rampung.
Pembangunan  Lapak pasar ini atas kerjasama Kementerian Perdagangan RI dengan Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui dana alokasi khusus bidang sarana perdagangan tahun 2013. Namun pada kenyataannya hingga saat ini lapak pasar tak kunjung dipergunakan. Lapak pasar yang terletak di RT 07 Kelurahan Muara Jangga, Kecamatan Bathin XXIV  ini terkesan seperti terabaikan dan terbengkalai.
Pantauan Koran Batanghari dilapangan memang saat ini belum terlihat adanya aktifitas kelanjutan pembangunan lapak pasar tersebut. Kondisi lapak pasar masih seperti pemberitaan sebelumnya. Bahkan keretakan bangunannya semakin bertambah, hal ini diakui langsung oleh Ratna saat dikonfirmasi, “Keretakannya semakin bertambah, bahkan semakin parah. Saat ini kami sudah tidak berani lagi berada di bawah bangunannya, takut ambruk dan tertimpa atapnya”. Ujar Ratna.
Dikatakan Ratna sebelumnya memang sudah ada pengerjaan terhadap lapak pasar tersebut, namun hanya sebatas perataan tanah. Karena saat itu kontur tanahnya berbukit-bukit dan berbentuk gundukan-gundukan.  Saat itu turut dibuat pula saluran air guna pembuangan air saat hujan tiba. Namun Saluran air yang dibuat terkesan sia-sia, sebab saat ini kondisinya kembali longsor akibat air hujan. Selanjutnya Ratna mengatakan, “Hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan pasar ini. Terakhir hanya sebatas perataan tanah dan pembuatan saluran air,  itu juga sudah longsor akibat air hujan”. Keluh Ratna
Lanjut Ratna mengatakan bahwa sebelumnya memang sudah ada tanggapan dari Pemerintah Kabupaten Batanghari mengenai kondisi lapak pasar ini. “Saya sudah pernah menyampaikan kepada pemerintah mohon agar segera di pasang konblok untuk akses jalan menuju ke lapak pasar dan juga di bangun turap sebagai penahan longsor. Namun jika melihat kondisi saat ini yang sudah mulai sering turun hujan sepertinya pembangunan turap yang sangat saya harapkan. Tanah disekitar lapak ini rawan longsor, jadi kalau turun hujan kami selalu merasa khawatir, takut kalau lapak ini ikut longsor. Bahkan bisa lebih parah lagi jika rumah kami turut terkena longsor, karena tepat berada bersebelahan dengan lapak pasar. ”. Ungkap Ratna.
Untuk kedepannya Ratna mengharapkan agar pembangunan lapak pasar ini segera dilanjutkan, “Saya mohon kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari agar secepatnya lapak pasar ini dilanjutkan pembangunannya, sebab jika dibiarkan seperti ini terus menerus maka bangunan lapak ini lama-kelamaan akan hancur akibat longsor. Hal ini juga menyangkut keselamatan keluarga saya, karena bukan tidak mungkin kediaman kami akan terkena imbasnya pula. Kami sudah bosan dengar janji dan pengharapan, kami butuh kejelasan dan realisasi”. Pungkas Ratna. (Mms)



 

Berita Luar Negeri

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN PAGI KORAN BATANGHARI - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger